Senin, 29 Desember 2014

Menghadapi ejekan orang

Mungkin dalam perjalanan hidup kita selama ini pernah mengalami perlakuan yang menyakitkan dari seseorang, baik ejekan, atau sikap yang tidak mengenakan, maupun yang semisalnya. Anggaplah itu sebagai romantika hidup ditengah masyarakat kita yang mempunyai banyak karakter atau mungkin kita menganggap hal itu sekedar sebagai perjalanan sejarah yang harus kita lalui.
Sangat banyak faktor yang mendorong seseorang untuk menyulut api permusuhan dan ucapan yang menyakitkan, karena iri dan dengki, fanatik terhadap sesuatu ataupun karena menyombongkan dirinya. Memang, jiwa kita akan merasa berat karena harus menghadapi kenyataan yang pahit seperti itu, siapapun orangnya pasti akan tersulut kemarahannya, namun sesungguhnya itu semua merupakan ujian dan dari sinilah akan diketahui kekuatan jiwa seseorang.
                                                          sumber gambar Google : voa-islam.com

Akan tetapi apapun motifnya, kita tidak boleh keliru bersikap.
Diantara hal yang patut untuk menyikapi hal tersebut :
1.    Melakukan introspeksi diri .
Tidak menutup kemungkinan kita mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang lain karena kesalahan kita sendiri.
2.    Tidak perlu menanggapi ejekan orang.
Karena apabila kita menanggapinya tentu hal itu akan menambah senang orang yang mengejek kita dan ejekannya akan semakin meluas kepada kita.
3.    Bersabar dan memaafkan kesalahan .
Tentu hal ini adalah sesuatu yang paling baik untuk kita lakukan.

Semoga bermanfaat bagi pembaca

4 komentar: